Home » Renungan » Ajal, Rezeki dan Jodoh

Selepas shalat maghrib guruku pernah bercerita bahwa ketika kita dilahirkan Tuhan telah menetapkan ajal, rezeki dan jodoh kita dihari depan. Karena ada sesuatu yang mengganjal dalam hatiku, maka aku pun segera menanyakannya kepada guruku:“Kalau Tuhan sudah menetapkan ajal seorang hamba, lalu untuk apa kita berdoa dan minta dipanjangkan umur, toh ajal sudah terkanjur ditetapkan?”

“Jika Tuhan telah menetapkan takaran untuk rezeki kita, lalu untuk apa kita bekerja keras dan berdoa untuk mendapatkan rezeki yang melimpah, bukankah jika seandainya Tuhan telah menetapkan secangkir rezeki untuk hambanya maka sekeras apapun kita bekerja dan setekun apapun berdoa kita takkan mendapatkan lebih dari yang telah ditetapkan oleh Tuhan?

“Kemudian jika Tuhan telah menetapkan jodoh kita, untuk apa kita mengharapkan yang terbaik, sedangkan Tuhan telah menetapkan hal itu?”

Kemudian guruku menjawab:

“Ketika seorang hamba meminta dipanjangkan umur dan Tuhan menambahkan umur hamba itu, siapa yang akan melarang.”

“Ketika seorang hamba meminta ditambahkan rezekinya dan Tuhan menambahkan dari satu keping menjadi dua keping, apakah ada yang bisa mencegahnya.”

“Dan ketika seorang hamba meminta agar mendapatkan jodoh yang terbaik, sedangkan Tuhan telah menciptakan lain, kemudian Tuhan menggantinya sesuai dengan doa dan harapan hamba-NYA, apakah itu tidak mungkin.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*