Home » Sistem Operasi » Windows Beri ‘Kesempatan’ Hacker Eksploitasi Lewat Bug Tertua

Pengumuman yang baru saja dirilis Microsoft tentang sebuah patch untuk mengatasi bug di sistem mereka mengundang banyak reaksi. Pasalnya, kesalahan sistem yang terjadi di OS Windows buatan mereka adalah bug tertua yang ada sejak 19 tahun yang lalu. Meski di satu sisi ini sebuah jawaban, akan tetapi membuka lembaran baru yang ironisnya, celah ini telah dimanfaatkan oleh hacker selama belasan tahun atau sejak 18 tahun yang lalu.

Adalah seorang peneliti keamanan internet dari perusahaan IBM yang berhasil menemukan sebuah ‘bug’ bernama Unicorn di bulan Mei yang lalu. Hasil penelitian tersebut juga sudah dikonfirmasi tentang keberadaannya oleh pihak resmi Microsoft. Untuk itu, mereka pun berusaha menciptakan solusi guna mencegah kemungkinan buruk terjadi dengan menciptakan sebuah patch. Sayangnya, pihak Microsoft baru memunculkan patch untuk mengatasi unicorn tersebut pada bulan November yang lalu.

Padahal, menurut tim X-Force IBM lewat pernyataan yang disadur dari blog resmi mereka , mengatakan jika kode tersebut muncul cukup lama bahkan sudah ada sejak Windows 95. Diprediksi, pihak yang tak bertanggung jawab atau dalam hal ini para hacker sudah memanfaatkan peluang yang tidak diketahui oleh Microsoft.

Kondisi ini semakin diperparah karena bug tersebut selalu ada di setiap OS Windows buatan Microsoft. Jadi, setiap gadget atau komputer yang muncul dipasaran, maka potensi rawan selalu membayangi produk tersebut. Artinya, si pengguna menjadi sasaran para hacker untuk mencuri segala data baik terutama yang bersifat rahasia meski sudah memasang sistem keamanan.

Itu sebabnya, banyak pihak yang kecewa dengan keterlambatan pihak Microsoft dalam menyelesaikan masalah bug tersebut. Bahkan, mereka juga mempertanyakan kinerja tim yang selama ini mengawasi sistem operasional yang sudah mendunia. Mengingat para hacker bisa saja merubah bug yang ada pada setiap OS Windows sebagai senjata mereka untuk menyerang segala aplikasi terutama di setiap komputer.

Salah satunya adalah menggunakan kode eksekusi yang terdapat secara khusus di bug Unicorn. Biasanya, para hacker memasang malware atau virus pada komputer yang menggunakan sistem Windows dengan tujuan menjadi pintu untuk mereka meneliti target yang dituju. Dengan terpasangnya virus tersebut, segala informasi yang dibutuhkan pun dengan mudah didapatkan seperti password untuk menuju perangkat komputer, mengambil alih akses ke layar yang sedang digunakan dan yang lebih ngerinya lagi terbukanya akses ke seluruh sistem komputer yang sedang berjalan. Ini artinya sama dengan membiarkan mata mata tinggal di rumah kita.

Bisa jadi, bebasnya hacker untuk ‘eksploitasi’ segala data dimulai dari bug tertua dari Microsoft ini. Kode peretasan yang dijalankan secara sembunyi sembunyi untuk mengambil segala data dari komputer pengguna menjadi ancaman yang cukup menakutkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*